Memaparkan catatan dengan label Tulisan Etika & Profesionalisme TSI. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label Tulisan Etika & Profesionalisme TSI. Papar semua catatan

Selasa, 16 Jun 2015

Profesi IT Yang Saya Inginkan

Profesi di bidang IT yang saya inginkan untuk ke depannya adalah sebagai berikut :
Database Administrators
Mengapa saya memilih ini, karena saya memang berminat untuk mempelajari lebih dalam lagi tentang database. Profesi Database Administrator (DBA) terkait erat dengan programmer dan system analyst. Seorang DBA biasanya pernah menjadi seorang programmer tetapi pekerjaannya lebih sering berkaitan dengan database. Perbedaannya dengan database application programmer adalah seorang DBA memiliki keahlian lebih mendalam dalam hal desain, optimasi dan manajemen RDBMS (Relational Database Managemant System) tertentu seperti Oracle, SQL Server, MySQL dll. Tentunya penguasaan terhadap SQL (Structured Query Language) mutlak diperlukan. DBA harus memiliki keahlian menterjemahkan requirement proses bisnis ke obyek-obyek dalam database seperti tabel, query\view dan stored procedure disamping keahliannya dalam optimasi database seperti tuning, indexing, clustering, backup data, maintain high availability dan sebagainya.

Salah satu tugas sehari-hari seorang DBA adalah memaintain database baik produksi, backup maupun development dalam perusahaan yang membutuhkan aplikasi database berskala besar untuk operasionalnya sehari-hari. Karena itu selain hal-hal yang berhubungan dengan software, seorang DBA juga perlu memahami beberapa hal tentang hardware seperti teknologi server, storage devices dll agar dapat merekomendasikan database yang optimal. Pengetahuan tentang server clustering, storage array network (SAN), RAID, backup devices dan optimalisasinya merupakan keahlian unik seorang DBA.

Tugas :
  1. Merancang dan membangun database dalam sebuah system
  2. Merekomendasikan solusi terbaik dalam implementasi database baik dalam hal software maupun hardware
  3. Memaintain database agar dapat berjalan dengan baik dan optimal


Sabtu, 18 April 2015

Cybercrime / Cyberlaw

Pertama mungkin perkenalan dahulu, nama saya Martin Franklin dari kelas 4KA13, saya disini akan menjelaskan sedikit apa itu cybercrime, beserta contoh kasusnya yang telah saya alami sendiri.
Kejahatan dunia maya (Cybercrime)adalah istilah yang mengacu kepada aktivitas kejahatan dengan komputer atau jaringan komputer menjadi alat, sasaran atau tempat terjadinya kejahatan. Termasuk ke dalam kejahatan dunia maya antara lain adalah penipuan lelang secara online, pemalsuan cek, penipuan kartu kredit/carding, confidence fraud, penipuan identitas, pornografi anak, dll.
Sesuai dengan penjelasan diatas, saya akan menjelaskan salah satu kasus yang saya alami, yang berhubungan dengan Game Online.

Game Online? siapa yang tidak kenal Game Online. Game Online adalah jenis permainan komputer yang memanfaatkan jaringan komputer. Jaringan yang biasanya digunakan adalah jaringan internet dan yang sejenisnya serta selalu menggunakan teknologi yang ada saat ini, seperti modem dan koneksi kabel. Biasanya permainan daring disediakan sebagai tambahan layanan dari perusahaan penyedia jasa online, atau dapat diakses langsung melalui sistem yang disediakan dari perusahaan yang menyediakan permainan tersebut. Sebuah game online bisa dimainkan secara bersamaan dengan menggunakan computer yang terhubung ke dalam sebuah jaringan tertentu.
Dengan adanya game online ini bukan tidak mungkin ada kasus pembajakan atau penipuan yang dialami oleh sebagian orang, contohnya mungkin saya. Dahulu ketika masih berstatus pelajar SMA, mungkin lagi trend-trendnya game online dikalangan saya saat itu. Nah, ada satu game online yang saya sangat suka yaitu Seal Online. Mungkin saya pernah mem-posting uraian tentang Seal Online ini di blog saya, jadi tidak perlu panjang lebar menjelaskan apa Seal Online itu.
Kejadiannya waktu itu, saya membeli sejenis equip di dalam game online ini yaitu Satu set Ultimate Armor XG+7 untuk karakter knight saya, seharga Rp,200.000. Saya membeli equip dari seorang penjual yang bernama, sebut saja Andi. Saya berkomunikasi dengan dia sebelum bertemu COD (Cash On Delivery) di warnet sekitar rumahnya. Kemudian kami menentukan waktu dan tempat dimana saya dapat bertransaksi dengan dia nantinya, keesokan harinya kami telah mendapatkan tempat untuk bertemu yaitu di warnet sekitar rumahnya yang di daerah Semanggi.
Pada saat mendapatkan kabar itu, saya langsung bergegas berangkat ke warnet tersebut. Sesampainya di warnet itu saya bertemu dengan Andi dan langsung membuat billing untuk 2 PC di warnet itu. Kemudian kami bertransaksi satu set ultimate armor dan saya langsung membayar kepada si Andi, selanjutnya saya langsung pulang kerumah. Pada malam harinya saya merasa sangat senang sekali karena telah mendapat equip yang saya inginkan.
Namun keesokan harinya ketika saya ke warnet dan ingin membuka karakter Seal Online saya, ketika saya memasukkan ID dan Password Seal Online saya, saya terkaget ketika melihat karakter Seal Online sayadalam keadaan telanjang (tanpa ada satu pun equip yang terpasang), dan satu set ultimate armor yang berada di Inventory saya juga hilang.
Kemudian saya teringat kemaren pada saat transaksi, ketika saya memasukkan id dan password Seal Online, saya tidak melihat terlebih dahulu keadaan ramai atau tidaknya pengunjung di warnet tersebut. Apa mungkin terlihat oleh seseorang di warnet tersebut ketika saya memasukkan Id dan Password Seal Online?
Kalau itu terjadi pasti Char Seal online saya telah dibuka orang lain (di-hack) dan sudah pasti orang yang telah mengambil equip-equip saya tidak lain tidak bukan adalah teman-temannya si Andi ini. Sentak tangan saya tergerak untuk menghubungi si Andi ini, namun nomor handphone nya tidak aktif lagi. Disitu saya langsung down, karena duit kumpulan Rp.200.000 yang telah saya kumpulkan selama 1 bulan, hilang begitu saja karena saya sembrono dalam memasukkan data-data Seal Online saya di warnet lain.
Mungkin duit segitu pada tahun 2008 untuk sekelas anak SMA sudah besar, maka dari itu saya sangat menyesal membeli equip itu dan kehilangan uang kumpulan saya selama 1 bulan dengan nominal Rp.200.000.

Itulah pahitnya bergelut di dunia maya yang pernah saya alami, jika kita pikirkan, pada zaman teknologi yang berkembang pesat seperti sekarang ini berbagai transaksi banyak dilakukan secara virtual atau melalui dunia maya. Walaupun hanya bertransaksi dalam game online, jika hal ini diterapkan dalam kehidupan nyata maka ini akan menjadi masalah yang sangat serius.

Jumaat, 27 Mac 2015

Persiapan Saya Sebelum atau Setelah Kelulusan Sarjana (S1)

Saya Martin Franklin, kuliah di Universitas Gunadarma jurusan Sistem Informasi dan saya berada di kelas 4KA13. Sesuai dengan judul dari postingan ini yaitu Persiapan Saya Sebelum atau Sesudah Kelulusan Sarjana (S1). Yang pertama yaitu persiapan saya sebelum kelulusan Sarjana (S1), seperti mahasiswa pada umumnya saya harus bisa untuk mempersiapkan apa saja kebutuhan saya sebelum kelulusan sarjana, yaitu yang pertama adalah IPK, karena IPK ini merupakan syarat utama bila ingin daftar sidang sarjana dan juga untuk bekal di dunia kerja nanti.

Karena itu saya akan mempertahankan nilai IPK saya, agar mendapatkan IPK yang terbaik untuk menghadapi sidang sarjana dan dunia kerja nanti, tetapi skill atau kemampuan dalam bahasa pemrograman juga sangat penting, untuk menambah keahlian dalam dunia kerja nanti. Maka dari itu saya akan belajar lebih giat untuk mendalami salah satu bahasa pemrograman. Yang kedua yaitu mengurus administrasi, bila ingin mengurus sidang sarjana saya harus mengurus administrasi termasuk yaitu administrasi keuangan, lulus kursus dan workshop, lulus PI, telah mengikuti aptitude test dan telah mengurus bebas perpustakaan. Kemudian yang terakhir adalah mempersiapkan mental yang kuat untuk menghadapi sidang sarjana dan dunia kerja nanti.

Lalu persiapan saya sesudah kelulusan sarjana tentu saja pertama saya akan menyelesaikan semua urusan administrasi keuangan dan juga akademis di kampus dan mendaftarkan diri di ug career center. Kenapa saya ingin mendaftarkan diri di career center? tentu saja karena situs ug career center ini merupakan website khusus yang disediakan pihak kampus untuk mencari lowongan pekerjaan bagi alumni Universitas Gunadarma dan juga saya juga berkeinginan mengikuti CPNS di tahun ini. Amin.
Sekian tulisan saya, mohon maaf bila ada salah kata. Terima Kasih